Mas bro mba sist, Allen sudah menempuh jarak 2000 kilometer dengan oli mesin Liqui Moly Leichtlauf High Tech 5w-40. Sekitar 600 kilometer ditempuh setidaknya dengan bobot kurang lebih 200 kilogram, sisa nya sekitar 125 kilogram. Setidaknya 250 kilometer kecepatannya selalu di atas 100 kilometer per jam dan dengan bobot kurang lebih 200 kilogram. Jalan yang dilalui pun banyak tikungan dengan variasi naik turun. Selebih nya dengan bobot yang sekitar 125 kilogram, dilalui berbagai variasi seperti jalan lenggang, macet, kecepatan tinggi, dll. Lalu bagaimana dengan daya tahan oli mesinnya?
Sebelumnya kenapa kita fokus pada daya tahan atau lebih ke penyusutan nya? Karena kalau performa akan agak bias karena Allen sedang mengalami gejala selip di bagian CVT. Nah karena itulah kita fokus saja ke penyusutan oli mesin nya. Hasil yang ada pada postingan ini adalah murni subjektif dari pengalaman OM sendiri. Tidak ada maksud yang negatif ataupun diminta untuk memberikan informasi yang tidak sesuai dengan apa yang OM alami. Itu dahulu ya yang perlu dipahami ya mas bro mba sist.
Oke kita lanjut untuk tap dan tunggu beberapa menit hingga oli yang menetes mulai pelan sekali. Dan didapatlah sisa oli mesin sebanyak 700ml, awalnya diisi sebanyak 900 ml sehingga oli yang susut selama 2000 kilometer ini adalah 200 ml. Mengingat beban kerja yang memang lebih berat dari biasanya, menurut OM ini adalah hal yang normal. Meskipun spek oli tergolong tinggi tapi ya putaran mesin bila dijaga banget saja sudah dua kali lipat dari putaran mesin mobil yang biasanya ada di 2000-3000 rpm. Motor bertransmisi CVT ini kalaupun dijaga maka perlu memerlukan 6000rpm atau VVA nya tidak sampai menyala. Kalau OM pacu hingga 9000 rpm maka wajar saja oli mesin jadi bekerja lebih keras.
Sebenarnya masih penasaran juga dengan hasil bila menjaga sekali putaran mesin maksimal di 6000 rpm, apakah penyusutan nya akan lebih sedikit sehingga bisa melalui 4000 kilometer? Tapi kenapa harus berdasarkan putaran mesin? Karena OM tidak mau kecepatan nya dibatasi hanya 40 kilometer per jam atau kurang lebih ada di 4000 rpm , mendekati putaran mesin mobil. Di mesin 1 silinder dengan kapasitas mesin hanya 155cc, sulit untuk bisa seperti itu. Maksudnya untuk mencapai kecepatan 60 kpj, di mobil 4 silinder hanya butuh 1800-2000 rpm. Sedangkan di mesin 1 silinder dengan transmisi otomatis, butuh putaran mesin 6000 rpm.
OM juga tidak mau menurunkan kecepatan karena langsam saja, putaran mesin sudah di sekitar 1500 rpm. Jadi sudah pasti putaran mesin 1 silinder bertransmisi otomatis, akan lebih tinggi. Dan lagi kalau harus menurunkan kecepatan hingga 40 kpj, ya lebih baik OM menggunakan oli mesin standar pabrik saja, misalnya Yamalube Turbo Matic.

No comments:
Post a Comment