Uneg-Uneg Soal Motor Disini Tempatnya

17 December 2013

Uji Konsumsi Bahan Bakar Matik 110-115cc, Mio GT Paling Irit (Part 2)

| 17 December 2013
Ini dia artikel yang sempat tertunda, bukan karena males tapi belum diberikan kesempatan untuk menyelesaikannya. Pada artikel sebelumnya sudah kita bahas siapa pesertanya, jalur yang dilalui, metode dan karakter dari pada joki pengetesan. Bila belum membacanya, silakan klik dimari ya. Kini kita bahas hasil yang diperoleh dari masing-masing peserta. 

Mulai dari TVS Dazz dulu ya. Matik asal India yang mempunyai fitur yang cukup banyak, mempunyai kapasitas mesin bersih 109,65 cc dengan berat 92 kg tapi tak diketahui apakah itu berat isi (dengan BBM dan oli) atau berat kosong (tanpa BBM dan oli). Dikendarai dengan bobot 65kg menuju cek poin 1 dengan jarak tempuh 69,9 km membutuhkan 2,15 liter untuk bisa tangki bbm Dazz. Itu artinya 1 liter bisa menempuh jarak 32,5 km. Lanjut ke cek poin 2 yang punya kontur tanjakan dan turunan, Dazz berhasil lebih irit. Dengan jarak tempuh 80,5km dibutuhkan 1,8 liter untuk bisa penuh kembali sehingga 1 liternya bisa menempuh jarak 44,7km. Dengan demikian bila ditotal jarak dan pemakaian bahan bakar, maka hasilnya Dazz bisa menempuh 38,07km untuk 1 liter

Kita mulai merambah ke Suzuki Nex yang punya berat kosong 87kg dengan kapasitas mesin 113cc. Sang tester yang punya bobot 75kg menuju cek poin satu dengan jarak 73,2km. Hasilnya perlu “nenggak” 1,8 liter untuk bisa penuh kembali yang berarti untuk 1 liternya mencapai 40,6km. Lanjut ke cek poin 2 bisa menempuh 79,3km dengan “minum” hingga 1,9 liter. Jadi 1 liternya bisa membuat Nex pergi sejauh 41,7km. Dengan demikian total jarak 152,5km membutuhkan 3,7 liter bbm dan rata-ratanya untuk 1 liter menempuh jarak 41,2km.
Kita lanjut ke matik terlaris tahun ini yang punya bobot kosong 93kg dengan kapasitas mesin 108cc, yaitu Honda New BeAT FI. Tester yang punya bobot 75kg ini agak beda dari tiga tester yang lain karena menurut penuturan tim Otomotif, tiga tester lainnya agresif tapi ini cenderung agresif. 74,1 km dilampaui untuk menuju cek poin 1 dengan minum sebanyak 1,9 liter. 39km adalah jarak yang mampu ditempuh untuk 1 liternya. Pergi ke cek poin 2 dengan jarak 79,1km membutuhkan 1,7 liter untuk memenuhi tangki bbmnya kembali sehingga 46,5km bisa ditempuh hanya 1 liter. Itu artinya dengan totol jarak 153,2km dan minum 3,6 liter, so 1 liter bisa menepuh 42,5km.
Matik 113,7cc andalan Yamaha Indonesia yang menjadi peserta adalah Mio GT yang mempunyai bobot isi 92kg dan mampu menyimpan 4,8 liter di tangkinya. Tester agresif dengan bobot 60kg perlu menempuh jarak 69,8km untuk bisa sampai cek poin 1. Bbm yang dibutuhkan mencapai 1,45 liter sehingga konsumsi bbmnya 48,1km per liter. Sedangkan di cek poin 2 menempuh jarak 78,5km dengan minum 1,7 liter. Berarti konsumsi bbmnya adalah 46,2km per liter. Dengan begitu jarak 148,5km membutuhkan pemakaian bbm sebanyak 3,15 liter. Artinya 1 liter bisa sampai 47,1km. 
Jreng jreng......hasilnya sudah keluar dan dengan demikian kita sudah dapatkan kesimpulannya, Yamaha Mio GT yang paling irit. Bukan cari menang atau kalah tapi hanya menguji. Kita juga menjadi tahu bagi yang belum tahu dan menjadi semakin tahu bagi yang sudah tahu bahwa berat badan dan karakter pengendara menentukan konsumsi bbm. Si A bisa irit pakai motor A tapi belum tentu Si B bisa irit pakai motor A. Sementara si A bisa saja irit pakai motor B.





Related Posts

1 comment:

  1. setelah saya baja di majalah otomotif ternya suzuki nex yg dipake adalah nex karbu

    #apakah saya salah baca???

    ReplyDelete