Mas bro Mba sist, sebelumnya sedang melakukan riset yang mendalam untuk memilih oli mesin yang tepat agar bisa menekuni Longdrain tapi dengan kecepatan yang tidak dibatasi maksimal hanya 60 kilometer per jam. Dan akhirnya dipilih lah oli mesin Liqui Moly yang Leichtlauf High Tech 5W-40 Engine Oil. Kenapa?
Salah satu nya karena sudah ACEA A3/B4 maka nilai HTHS (High Temperature High Shear) yang relative lebih tinggi dibandingkan oli mesin yang mengejar efisiensi bahan bakar. Nah minimum nilai adalah HTHS ≥ 3,5 mPa·s (cP) pada 150°C.
Secara umum:
HTHS 2,6–3,2 → lebih irit BBM,
putaran mesin terasa ringan.
HTHS 3,5–3,8 → kompromi antara
perlindungan dan efisiensi.
HTHS 3,8–4,2 → lapisan oli lebih
tebal, cocok untuk suhu tinggi dan beban berat.
HTHS > 4,2 → biasanya oli
performa tinggi atau oli balap tertentu.
Mendapatkan approval BMW Longlife-01 (LL-01), Mercedes-Benz MB 229.5 , Peugeot/Citroen PSA B71 2296 , Porsche A40, Renault RN0700 / RN0710 , VW 502.00 / VW 505.00. Hal itu menunjukkan oli ini telah lolos pengujian yang cukup berat terkait ketahanan oksidasi, deposit, dan stabilitas viskositas.
Selanjutnya karena NOACK nya kurang lebih 10%, tapi hal ap
aitu? NOACK merupakan persentase oli yang menguap saat dipanaskan pada suhu
tinggi. Biasanya akan menggunakan metode ASTM D5800 di mana oli akan dipanaskan
pada suhu 250 derajat celcius selama 60 menit. Contoh misalnya ada 100 gram
oli, setelah diuji maka tersisa 90 gram maka NOACK nya 10%. Mudahnya seperti
ini Mas bro Mba sist.
NOACK Penilaian
>15% Kurang
bagus
12–15% Cukup
10–12% Bagus
8–10% Sangat bagus
<8% Istimewa
NOACK semakin tinggi maka oli akan lebih mudah menguap, level
oli semakin cepat berkurang, deposit karbon lebih mudah terbentuk, resiko kerak
pada ruang bakar jadi lebih tinggi. Jadi dengan nilai 10% itu sudah bagus.
Selain itu, TBN (Total Base Number) juga tergolong bagus, yaitu mencapai 11,3 mg KOH/g di mana semakin tinggi biasanya akan semakin kuat melawan asam hasil pembakaran. Satuannya adalah mg KOH/g (miligram Kalium Hidroksida per gram oli). Kok bisa ada asam? Saat mesin hidup, terjadi pembakaran yang menghasilkan Sulfur oxides(Sox), Nitrogen oxides (Nox), uap air, dan blow by gas di mana sebagian nya bisa lolos melewati ring piston dan masuk ke crankcase. Setelah itu terbentuklah asam yang dapat mengikis antar komponen, menyebabkan korosi, mempercepat oksidasi oli, dan membentuk sludge. Untuk itu biasanya oli akan diberi aditif basa atau bisa disebut alkaline additives. Kemampuan itu lah yang diukur oleh TBN. Mudahnya seperti ini.
TBN Kategori
5–7 Rendah
7–9 Sedang
10–12 Tinggi
>12 Sangat
tinggi
Dengan kombinasi tersebut, ditambah seperti sudah API SP, kemungkinan
dapat barang yang original, harga yang lebih terjangkau, maka terpilihlah Liqui
Moly yang Leichtlauf High Tech 5W-40 sebagai pilihan oli pertama yang akan
dicoba untuk Longdrain. Apakah bisa menjalankan tugas nya dengan baik? Target
bisa sampai 7000 kilometer baru diganti, apakah memungkinkan?


No comments:
Post a Comment